Jumat, 01 Juli 2011

pasrah

" SAYA TIDAK TAHU, INI MUSIBAH ATAU RAHMAT, YANG JELAS SAYA HARUS TETAP BERPRASANGKA BAIK KEPADA ALLAH SWT"

Jumat, 03 Juni 2011

kontes miss miss an --"

kita tau, ada kntes adu bakat miss indonesia, pemenangnya kan mewakili indonesia di miss world .
well, im going to share my opinion about kontes gak jelas ini

kontes ini tidak lebih dari omong kosong besar, bagaimana bisa wanita dinilai dari segi fisik,kecantikan, kepintaran secara umum. mereka diperlakukan bak pajangan, pameran, atauu showroom cewek.

juri memberi pertanyaaan, peserta harus tetap ternyum cantiiik, sepanjaaaaaaaang acara. jawaban yang bagus, akan menarik perhatian juri, dan selamat anda menang.

pemenangnya dianggap merepresentasikan indonesia, mencermikan wanita indonesia di mata dunia."

mereka jadi pujaan , idola remaja . bla .. bla.. bla...

apakah sebenranya pantas jadi teladan, jawaban saya: TIDAK SAMA SEKALI
gimana jadinya remaja putri ketika yang di idolakan adalah para miss miss ini...
padahal, tidak ada yang bisa dicontoh dri miss , selain cantik, dan pintar mungkin.
sesungguhnya, banyaaaaaak wanita-wanita tangguh yang lebih layak dijadikan idola, dripada wanita2 glamnour penuh kemewahan. bahakan para kontestan yang mengaku muslim, tidak memakai hijab, buka aurat, bahakna tidak ditanyakan apakah dia bisa baca quran, sejauh mana pengetahjuannya ttg islam dll

percayalah, para miss miss ini hanya peduli akan dirinya, tidak pantas jadi teladan, dan buat apa dibanggakan.

banyaaaaaaak sekali wanita-wanita tegar pejuang, hidup penuh kesederhanaan, cerdas pintar, kehidupanya dipenuhi perjuangn untuk keluarga. baukanny wanita yang sering keluar malam, hang out bareng, oh.... aku tidak berkata para miss miss ini begitu

yang saya ingin katakan, para miss miss ini gak pantes mencermnkan wanita indonesia dengan gelar miss indonesianya. banyaaak wanita lain yang lebih pantas. lebih punya ketegraan, kesederhanaan,ke alim an, dediaksi untuk keluarga

just my opinion, no offense

Kamis, 26 Mei 2011

annoying people

anda-anda keterlaluan. saya muak . cepatlah musnah .
you act like boss, you think you're the boss, you're the man, people think you're the "bomb".
but, i think you are just the goddamned annoying person, piece of shit.


astagfirullaaaahh

Minggu, 22 Mei 2011

"astaga"

astaga >>> judul lagu

lagu ini populer oleh ruth sahanaya,
gak tahu kenapa akhir-akhir ini suka dnger lagu ini, haha
mungkin karena liriknya menarik dan asik (menurut saya) ...
gak tau kenapa , i love the lirik wakakakak. wise menurut ane, sesuai keadaan jaman sekarang hhehe,, coba aja baca, sambil dengerin makin seru


Chorus:
Astaga
Apa yang sedang terjadi
Astaga
Hendak kemana semua ini
Bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli
Mudah putus asa dan kehilangan arah

Begitu banyak rintangan
Yang harus kau hadapi
Tapi mengap kau diam saja
Tak berdaya

Dibelia usia
Dimasa-masa paling indah
Kau tampak wo tak berdaya

Sementara yang lainnya
Hidup seenaknya
Seakan waktu tak kan pernah
Ada akhirnya

Hanya mengejar
Kepentingan diri sendiri
Lalu cuek akan derita sekitarnya

Astaga
Apa yang sedang terjadi woho
Astaga
Hendak kemana semua ini
Sementara yang lainnya
Hidup seenaknya
Seakan waktu tak kan pernah
Ada akhirnya

Hanya mengejar
Kepentingan diri sendiri
Lalu cuek akan derita sekitarnya

chorus

Bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli
Mudah putus asa dan kehilangan arah

[Rap]
Gaya anak muda masa kini penuh canda tawa ria riang sepanjang malam dengan musik irama reggae melompat bergetar rasakan irama gerakkan tanganmu kita bergoyang kekiri kekanan ikuti irama
Yoyoyoyod
Semua berdansa hati gembira pertapun meriah

Astaga
Apa yang sedang terjadi
Astaga
Hendak kemana semua ini
[4x] 

 itulah liriknya,  sangat menggambarkan kawula muda jaman akhir (semoga kita semua diberi petunjuk oleh Allah swt) menghabiskan duit ortu,hepi2,and... you know the rest hahaha
semoga kita semua dilindungi oleh Allah swt dari semua fitnah masa muda yang "wonderful" heheh

indonesia perlu tahu, supaya jadi bangasa yang tahu diri

assalaamualaikom
copas dari http://infokito.wordpress.com

ini tentang perjuangan bangasa2 arab dulu, ikut memeperjuangkan kemrdekaan bangsa indonesia,  namun apa yang kita beri sekarang kepada mereka, bangsa kita sangat memalukan tunduk pada prmainan barat. padahal kita dulu dibela mati-matian oleh bangsa2 arab. kita perlu balas jasa, namun sekarang kita malah meuja-muja bngsa barat, gaya hidp mereka, yang sangat menjijikkan. dan sekarang kita mengatakan bhwa negara arab sumber teroris, ketahuilah, sumber teroris sebnernya adalah amerika, israell, dan sekutunya. lambat atau cepat, fakta itu akan trungkap.
monggo dibaca perjuanagn bangsa arab duluu demi kemerdekaan indonesia


Dwitunggal Soekarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI secara de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (secara de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M.. Zein Hassan Lc.
Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.
M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada halaman 40, menjelaskan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.
Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:
“.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebarluaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.”
Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.
Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher.
Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”
Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Timur Tengah lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.
Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.
Dukungan Mengalir Setelah Itu
Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk ‘Panitia Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.
Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.
Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.
Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih –tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk “Volendam” bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.
Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:
“Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain.”
Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”
Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita.
indo-palestina
indo-palestina2
Berikut kutipan pernyataan tokoh dalam buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” :
Dr. Moh. Hatta
“Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.”
A.H. Nasution
“Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD ’45 : “ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.***infokito.net
Wallahua’lam